Musik klasik Indonesia dan orchestra adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Sejarah musik klasik sendiri mulai ada sejak abad ke-15. Musik klasik mulai berkembang sejak abad ke-16 dalam sebuah orchestra. Pada mulanya para bangsawan membutuhkan hiburan lain dalam pesta dansa yang diadakannya. Sehingga para bangsawan memanggil sejumlah musisi untuk memainkan musik klasik. Musik klasik mulai dimainkan dalam grup orchestra sejak perkembangan opera di abad ke-17. Di abad ini mulai muncul beberapa orchestra kecil yang mana merupakan kumpulan para musisi yang dipimpin oleh seorang komposer. Keberadaan orchestra turut meramaikan opera yang dipentaskan. Sejak saat itu orchestra semakin dikenal. Hingga kini keberadaan orchestra masih eksis dan masih banyak diminati.

Orchestra di tanah air kini tidak hanya menampilkan musik klasik Indonesia. Tak jarang orchestra juga menampilkan musik-musik modern atau sebagai pengiring penyanyi masa kini. Sehingga banyak warna yang turut mengiringi perkembangan musik klasik Indonesia dan orchestra di tanah air. Di Indonesia pada jaman sekarang mungkin musik klasik sudah banyak tergeser dengan adanya musik-musik modern. Namun masih banyak juga peminat musik klasik. Meski memang diantara peminat musik klasik kebanyakan adalah masyarakat kelas atas. Tak heran juga karena biasanya untuk menonton orchestra tidak murah, tidak seperti menonton petunjukan musik lainnya. Mungkin hal inilah yang mendasari masyarakat enggan untuk menonton pertunjukan musik klasik Indonesia.

Perkembangan orchestra di Indonesia dimulai sejak tahun 1912. Orchestra yang ada pada tahun itu yakni Jakarta Philharonic Orchestra yang mana dahulu kala dikenal dengan nama Netherland Indische Radio Omroep Maatschaapij. Dilanjutkan pada tahun 1988 berdiri Nusantara Symphony Orchestra yang dibangun oleh Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Di tahun 90-an masih banyak orchestra yang berdiri diantaranya yakni Erwin Gutawa dan Twilite yang hingga kini masih eksis di dunia musik tanah air. sementara di tahun 2000-an sejumlah nama orchestra baru bermunculan seperti Magenta, Jakarta Concert Orchestra, dan Indonesian Youth Symphony Orchestra. Banyak sekali orchestra di tanah air yang mungkin bagi sebagian orang tidak mengenalnya atau bahkan menganggapnya ada.

Keberadaan sederet nama orchestra di Indonesia ini tidak hanya terkenal di negeri sendiri. Sejumlah prestasi diraih bagi musik klasik Indonesia di kancah internasional melalui orchestra yang di pimpin oleh anak bangsa. Seperti misalnya Twilite yang pernah bermain di Sydney Opera House tahun 2009. Bahkan Twilite Orchestra juga pernah tergabung sebagai anggota dalam American Symphony Orchestra League tahun 1995. Memang diantara orchestra ternama Indonesia, Twilite memiliki karir yang cemerlang. Orchestra ini sudah mampu membuktikan diri di kancah Internasional. Orchestra yang dipimpin oleh Addie MS dan kawan-kawannya ini menuai banyak prestasi. Meski demikian bukan berarti orchestra lainnya tidak memiliki prestasi. Hanya saja memang Twilite yang pernah diakui oleh dunia musik Internasional.

Itulah perkembangan musik klasik Indonesia. Bagi sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami bagaimana pentingnya musik klasik Indonesia dalam dunia musik sehingga tidak paham dengan perkembangannya. Tak heran memang saat ini lebih banyak konser musik pop yang lebih digemari dibandingkan musik klasik. Namun bukan berarti musik klasik Indonesia dan orchestra mati. Masih banyak pagelaran orchestra yang ada dalam event-event tertentu. terkadang orchestra juga bisa disaksikan di layar kaca secara gratis saat ada event besar seperti malam penganugerahan di stasiun TV tetentu yang mana mengiringi para pemusik pop tanah air.

Baca juga : Musik klasik untuk mencerdaskan IQ anak