Sejarah awal musik orkestra  ini masuk ke Indonesia ini telah ada sejak jaman Hindia Belanda sekitar abat ke-18. Dahulu kala, De Schouwburg van Batavia atau sekarang dikenal dengan nama Gedung Kesenian Jakarta telah dirancang khusus untuk tempat konser musik klasik bersamaan dengan orkestra yang mengiringi di abat ke-19. Pada saat itu berdiri pula kelompok amitir bernama “Bataviasche Philiharmonic Orchestra” yang lalu berubah menjadi orkestra nikrom. Saat ini dikenal sebagai Jakarta Symphony Orchestra. Pada tahun 1960-an hingga 1980-an musik orkestra ini mulai berkembang pesat, teritama perkembangan di universitas-universitas di Indonesia. Setelah itu, saat musik klasik sudah sangat terkenal, munculah kempok orkestr simfoni profesional, salah satunya “The Twilite Orchestra” yang didirikan oleh Adi MS pada tahun 1991. Semenjak adanya orkestra tersebut, ikut mengambil peran mempromosikan musik orkestra tersebut lebih terkenal lagi terutama dengan cara memainkan lagu-lagu nasional dan daerah Indonesia.

Orkestra merupakan sebuag gabungan dari beberapa musisi yang secara bersamaan memainkan alat musik yang dipunyai dalam waktu tertentu. Biasanya orkestra ini dimainkan dalam musik klasik sebab begitulah sejarah awal dari muculnya orkestra. Orkestra dalam jumlah besar, yakni jumlah pemainnya mencapai 100 orang, disebut juga dengan orkstra simfonik. Jika pemainnya hanya berjumlah 50 atau kurang disebut Chamber Orekestra. Pada umumnya, alat musik yang harus ada dalam orkestra adalah alat musik gesek (string), alat musik tiup (woodwind and brass), alat musik pukul (perkusi) dan biasanya ada vokal baik solo maupun dalam sebuah grup. Semua alat musik tersebut terbagi menjadi aerophone, ideophone, chordophone dan membraphone.

Berikut ini adalah penjelasan berbagai musik  yang digunakan dalam sebuah pertunjukan musik orkestra:

  1. Chordophone

contoh chordophone

Chordophone adalah alat musik yang mempunyai sumber bunyi dari tali, senar taupun kawat. Alat musik  chordophone ini terbagi lagi menjadi 3 berdasarkan cara memainkannya. Yang pertama adalah dipetik, misalnya gitar, harpa, mandolin, bas betot, dan lain sebagainya. Selanjutnya yang digesek, seperti biola, rebab, cello, dan masih banyak lagi. Terakhir yakni ditekan, seperti organ, piano, dan akordion.

  1. Idiophone

contoh idiophone

Idiophone adalah alat musik yang suaranya bersumber dari alat musik itu sendiri. Cara memainkan alat musik orkestra idiophone ini dengan cara dipukul menggunakan alat bantu. Contoh alat musik dalam golongan ini adalah drum, kening, timpani, kolintang dan lain sebagainya.

  1. Membraphone

contoh membranophone

Membraphone adalah alat musik yang bunyinya bersumber dari selaput kulit atau plastik. Cara memaikan alat musik ini adalah dengan dipukul dengan telapak tangan. Contohnya Conga/bongo, Djembe, kendang dan masih banyak lagi.

  1. Aerophone

contoh aerophone

Aerophone ini adalah alat musik yang bunyinya bersumber dari udara yang masuk lewat lubang atau pipa pada alat musik itu sendiri. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara ditiup. Contoh dari aerophone ini adalah terompet, flute, saxophone, clarinet dan masih banyak lagi.

 

Beberapa komposer dunia yang sangat terkenal adalah Wagner dan Berlios yang juga banyak menulis karya musik untuk format musik orkestra. Selain itu ada juga seorang konduktor (pemimpin orkestra) bernama Francois Antonie Habeneck yang turut mempunyai peran besar dalam musik orkestra. Musik orkestra saat ini sudah tidak hanya mengiringi musik klasik saja. Namun, dalam perkembangannya sudah menyentuh musik-musik lainnya seperti musik pop. Seiring dengan perkembangan zaman, musik orkestra ini tidak pernah kehilangan tempatnya dan selalu bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang semakin canggih.